Makanan sehat mulanya tak pernah mencantumkan coklat dalam daftar. Namun seiring perkembangan jaman yang menghasilkan banyak penelitian dan pembuktian ilmiah, coklat ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan kita. Bahkan selain rasanya yang enak, coklat juga berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang.
Makanan Para Dewa yang Mendunia
Coklat mulanya ditemukan suku Aztec dan Maya di Mexico yang menganggapnya sebagai makanan kiriman Dewa Pertanian dari surga. Mungkin saja coklat waktu itu termasuk makanan sehat kedua suku Indian tersebut. Hal ini karena coklat memiliki rasa yang lezat dan aroma yang sangat menggoda selera, sehingga suku Maya menganggap coklat merupakan makanan para dewa. Tak banyak yang tahu bahwa nama coklat sendiri berasal dari bahasa suku Aztec, “xocoatl” yang berarti “minuman pahit”. Coklat kemudian dibawa ke Spanyol sebelum menyebar ke Perancis, Inggris dan Belanda, sampai akhirnya sekarang menyebar hampir di seluruh dunia.Setelah mendunia, coklat kembali berevolusi dari sekadar minuman, menjadi makanan sehat berupa snack yang disukai semua orang tanpa pandang usia. Rasa biji coklat sebenarnya pahit, karena kadar alkaloid yang terkandung di dalamnya. Namun setelah melalui berbagai proses, kini biji coklat dapat dijadikan sebagai makanan dan minuman yang disukai oleh siapapun. Produk coklat sendiri selalu bertambah ragamnya setiap tahun, seperti coklat susu―yang merupakan campuran coklat manis, cocoa butter, gula dan susu, maupun coklat pahit―yang merupakan coklat alami dan mengandung 43% padatan coklat. Coklat pahit dapat ditemui pada beberapa produk coklat batangan yang kini banyak beredar di pasaran.
Menimbang Khasiat Coklat
Biji coklat memiliki kandungan lemak sebesar 31%, karbohidrat 14% dan protein sebesar 9%. Protein yang terdapat pada coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin serta tyrosin. Meski demikian, ada baiknya MDers membatasi memakan coklat hanya satu batang per hari, agar tubuh tidak mendapat lemak jenuh berlebihan. Ya! Lemak atau cocoa butter dalam coklat memang lebih banyak mengandung lemak jenuh, meski berasal dari lemak nabati yang tidak mengandung kolesterol, tetap saja: lemak jenuh.Dari sisi lain, sepertiga lemak yang terdapat dalam coklat merupakan asam oleat, yaitu asam lemak tak jenuh seperti yang dapat ditemui pada minyak zaitun. Menurut penelitian, asam oleat menjadi makanan sehat karena memiliki efek yang positif bagi kesehatan jantung. Coklat juga memiliki kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan immunitas tubuh, sehingga dapat mengurangi resiko penyakit jantung koroner dan kanker.
Sebagai makanan sehat, coklat juga mengandung antioksidan cukup tinggi, sehingga mampu mencegah penuaan dini akibat polusi maupun radiasi―salah satunya adalah lewat kandungan katekin. Katekin dipercaya dapat membuat kulit menjadi awet muda, sehingga belakangan bermunculan bisnis perawatan kecantikan yang menawarkan mandi lulur coklat. Selain katekin, salah satu antioksidan penting yang terkandung dalam coklat adalah fenol. Berdasarkan pengamatan, antioksidan fenol dalam coklat merupakan salah satu faktor yang dapat membuat MDers berumur lebih panjang, karena berfungsi untuk menyehatkan jantung.
Salah Kaprah dan Resiko Sebenarnya
Namun begitu, masih banyak pandangan di masyarakat yang menganggap coklat tidak sebagai makanan sehat. Selain mengakibatkan caries pada gigi, coklat juga ditengarai sebagai salah satu penyebab kelebihan berat badan juga penyebab timbulnya jerawat. Padahal belum pernah ada bukti penelitian yang menguatkan anggapan-anggapan tersebut, karena caries pada gigi dapat juga dialami oleh MDers yang tidak mengkonsumsi coklat―dan lebih disebabkan oleh gula. Sementara kelebihan berat badan pun dapat dialami bagi MDers yang kurang olahraga―meski tidak memakan coklat, dan jerawat juga akan timbul bila MDers kurang memperhatikan kebersihan wajah, sehingga tidak mutlak diakibatkan oleh coklat.Meski begitu, MDers yang menderita penyakit batu ginjal harus berhati-hati dalam mengkonsumsi coklat, karena akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium sebanyak tiga kali lipat. Meski demikian, MDers yang terlanjur mengkonsumsi coklat berlebihan, sebaiknya segera meminum banyak air agar cairan yang keluar dari tubuh MDers dapat segera tergantikan. Jadi, bijaklah dalam mengkonsumsi coklat agar dapat menjadi makanan sehat seutuhnya, dan terjauhkan dari efek samping coklat yang merugikan tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar